Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci. Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan kemerosotan dan kebejatan manusia, lalu para "kehidupan tingkat tinggi" memutuskan untuk menghukum manusia. Seperti misalnya dalam kitab Injil, Perjanjian Lama, mengatakan Yahweh (Tuhannya orang Yahudi) melihat manusia telah melakukan perbuatan dosa, sepanjang hari segala yang dipikirkannya selalu yang jahat-jahat, lalu Yahweh merasa menyesal telah menciptakan manusia di dunia. Kemudian dengan perasaan sedih berkata pada Nabi Nuh. "Barang siapa yang mempunyai niat tertentu, ujung kehidupannya telah tiba di hadapanku, karena bumi dipenuhi dengan kelaliman mereka; Lihatlah, aku akan membuat luapan air bah di bumi, memusnahkan bumi."
Dalam peninggalan sejarah dewata Buddha Sakyamuni juga banyak sekali tercatat hal-hal seperti itu. Namun sekarang, semua ini sepertinya telah lama dilupakan orang. Kita tidak hanya telah melupakan masa lalu, tapi kita juga kebingungan terhadap masa depan. Banyak sekali para peramal dalam sejarah yang sudah banyak meramalkan terhadap sejarah manusia, dan banyak sekali negara di dunia mempunyai ramalan yang beraneka ragam, seperti misalnya Nostradamus dari Perancis yang telah banyak meramalkan tentang munculnya perang dunia pertama dan kedua, perang Teluk serta runtuhnya komunisme Uni Soviet. Selain itu, pada zaman kerajaan Jawa kuno, Jayabaya telah meramalkan akan munculnya Dai Nipon (Jepang) sebagai kekuatan militer di Asia Pasifik yang menjajah Indonesia.
Juga paranormal China telah meramalkan perubahan dinasti dan pembentukan China yang baru. Ada yang telah meramalkan sekarang terdapat sebuah masa kebersamaan antara manusia dengan dewa-dewa, ada yang meramalkan bencana yang dahsyat pada manusia dan mengatakan jika terjadi sebuah kejadian tertentu, maka ramalan bencana dahsyatnya akan berakhir hingga di sini. Wahai manusia, jalan manakah yang harus ditempuh, semua mitos dan ramalan ini mungkin bisa memberikan beberapa pemikiran dan pelajaran yang berharga pada kita semua agar "terselamatkan". (Sumber : Erabaru.net/Dajiyuan)